sepasang kaki
duh sejak mendarat di kota ini, frekuensi penggunaan kaki meningkat tajam.
bagusnya, bagian kaki jadi kenceng plus sehat tentunya. apalagi konsumsi ngerokok yang menurun drastis karena selain mahal, tak ada indoor smoking di sini.
kerja hospitality selain menuntut kecekatan ala pramuka dan juga konsentrasi penuh, pun menantang kaki untuk berdiri berjam-jam tanpa ampun. di bulan-bulan pertama, duh kaki pengen dicopot bentar, terus dititip di tempat pijet beberapa saat. lama-lama biasa juga.
kebiasaan buruk baru, minta pijet tiap malem sebelum tidur. kaki menyilang dengan hormat dan teriak,"biasa!" ke telinga hubby. untung punya hubby teladan se-kecamatan st.kilda, jadi aja nggak ada masalah dengan ketidak semena-menaan.
kebiasaan buruk baru [nggak baru2 amat] lainnya adalah pemilihan sepatu yang enak. modalnya ada di kaki tentunya perlu dibalut dengan sepatu nyaman lan sedap dipandang mata supaya hentakan kaki meyakinkan. *y.right*
all star chuck taylor [astc] jadi pilihan. yey, kemana aja hari gini baru mulai ngumpulin astc. orang lain malah udah ada yang nama tengahnya aja "all star". masalahnya sekarang terasa lebih affordable dengan keringat melayani customer di restaurant.
jadi? yah sedang dalam masa pengumpulan. terus? yah gitu. gantung.

2 Comments:
hehehe ini kenapa gue jealous banget pengen punya side walk yang nyaman di indonesia... biar bisa puas2in jalan kaki... apalagi klo malem di bandung huaaaaaaa momantissnyaaaa *sigh selamat ngumpulin all star-nya bu..
By
tukangpot, at 2:49 AM
Jalan kaki...hate it...but mau ga mau harus sering2 jalan kaki disini. Hasilnya? kaki jadi lecet-lecet..kayaknya harus beli sepatu yang nikmat juga deh...en hik..hik..I wish ada yang dimintain pijet!
Kayaknya uang dari rokok (yang katanya udah menurun intensitasnya) bisa buat beli sepatu deh..supaya banyak koleksinya..
By
harri, at 7:52 PM
Post a Comment
<< Home