such combination
So, now I'm sitting here. Wondering and wondering how all these could've ever happened to me?
Duduk di meja yang so tipikal ini lagi, di depan komputer kantor lagi [dengan monitor yang agak canggihan-flat]. Dengan beberapa windows terbuka: yahoo messenger, detik.com. kompas.co.id, beberapa email, etc. Sambil sesekali menyeruput teh anget dan biskuit asin. Yang bikin beda adalah surrounding yang mute, nggak ada permainan jack in the box di sini, nggak ada fashion editor yang biasanya langsung menghangatkan suasana dengan cerita yang penuh dengan visualisasi mantap. Nggak ada jack in the box yang begitu nyampe kantor perutnya langsung mules dan pengen setor. Dan nggak ada yang lain-lainnya lagi.
But the rest is pretty similar. Berkutat dengan tulisan news, interview, laporan utama, etc. So, what the hell am i doing here? Jauh-jauh ke down under land yah kembali untuk mengerjakan sesuatu yang sama. Well, nggak juga sih. Karena pagi ini, I've just started something that really really new for me. And it was so interesting.
Berangkat dari rumah jam 10. Tram gejes gejes, alias lambat berjalan tapi pasti. Mampir ke kantor bentar ngedrop burn-an CD hasil liputan Sabtu malem. Semacam liputan yang agak sedikit memalukan untuk disebutkan di sini. Karena it was a live concert of one of the famous Indonesian band. Ah, sudahlah. Pokoknya pagi ini udah nyetor foto-foto hasil liputan yang karena filenya kegedean jadi nggak bisa dikirim ke anak desainer lewat email.
Beres ngedrop foto di kantor, sedikit tunggang langgang ngejar tram ke city. Deg deg plas, rasanya dada ini [?!]. Karena pekerjaan main dapur-dapuran ini, honestly baru pertama kalinya, agak norak, nggak pa pa lah. Jadi begitu nyampe di sana [QV, city], langsung ketemu pak bos [Malaysian] yang dengan sejumlah kru masak memasak lainnya sudah siap. Jadi pertama, gue harus makan siang dulu yang udah disediain sama mereka. Dikasih waktu 15 menit. Waktu abis dan makanannnya unfinished [seperti biasa].
Allen [pak bos], langsung ngasih kostum yang cukup menarik, celemek warna hitam dan topi [berbentuk semacam topi kung fu] yang juga warna hitam. Dalam hitungan menit, dia langsung ngejelasin cara nutup box noodle, jenis-jenis mie yang ada di situ, arti-arti dari singkatan dan menu di tempat itu. Jam 11 teng mulai, rasanya nggak susah-susah amat. Tapi Thin [Vietnamese] dan Muti [Myanmar] cuman bisa senyum-senyum. Kata mereka, "Just wait until lunch time!"
Hari ini official kerjaan adalah ngambil mie sesuai order, nutup box dan neriakin customer sesuai nomer order. Interesting! Jam 12 teng, customer berdatangan dan nggak berhenti sampai jam 2. Tangan ini rasanya nggak disuruh gerak, udah bisa gerak sendiri. Kaki jelas kemeng, bediri 3 jam non stop. Muka jangan tanya, keringetan tenan, cuman semeter dari kompor. But. it was a good fun though. Seperti di film-film, semua yang kerja di situ, soo friendly, funny dan bubbly. Mereka nyanyi dan even colek-colekan during kerja.
Jam 3 pas, Allen nyuruh gue cabut karena shift gue hari ini 4 jam. Setelah becanda dan chat sana sini, gue beberes, ngelepas celemek dan topi, ambil tas dan langsung keluar. Begitu cek mobile ternyata udah ada 3 missed call dan 4 sms. Ups, ternyata temen kantor mulai kelabakan karena ini minggu deadline. Telepon balik dan memutuskan untuk mampir ke kantor walau hari ini bukan hari official kerja di situ.
Editan udah beres, lay out-an hampir beres, tinggal cover. Diskusi cover beres. And now i'm sitting here, doing this blog. For me, today is such a "one" day. Satu hari yang memorable karena melakukan sesuatu aktivitas yang bener-bener baru dan sekaligus hari dimana aktivitas lama diulang kembali.
Staf di sebuah restoran take away di city: Senin Rabu Kamis
Editor di sebuah majalah Indonesia di Melbourne: Selasa Jumat
Jadi istri yang baik dengan spend good weekend with lovely hubby: Sabtu Minggu
I'm just wondering, how all of these could've ever happened to me?
Y
Oiya, tadi malem R.E.M was sooooooo amazing. Michael Stipe is sexy, now I know why.
Duduk di meja yang so tipikal ini lagi, di depan komputer kantor lagi [dengan monitor yang agak canggihan-flat]. Dengan beberapa windows terbuka: yahoo messenger, detik.com. kompas.co.id, beberapa email, etc. Sambil sesekali menyeruput teh anget dan biskuit asin. Yang bikin beda adalah surrounding yang mute, nggak ada permainan jack in the box di sini, nggak ada fashion editor yang biasanya langsung menghangatkan suasana dengan cerita yang penuh dengan visualisasi mantap. Nggak ada jack in the box yang begitu nyampe kantor perutnya langsung mules dan pengen setor. Dan nggak ada yang lain-lainnya lagi.
But the rest is pretty similar. Berkutat dengan tulisan news, interview, laporan utama, etc. So, what the hell am i doing here? Jauh-jauh ke down under land yah kembali untuk mengerjakan sesuatu yang sama. Well, nggak juga sih. Karena pagi ini, I've just started something that really really new for me. And it was so interesting.
Berangkat dari rumah jam 10. Tram gejes gejes, alias lambat berjalan tapi pasti. Mampir ke kantor bentar ngedrop burn-an CD hasil liputan Sabtu malem. Semacam liputan yang agak sedikit memalukan untuk disebutkan di sini. Karena it was a live concert of one of the famous Indonesian band. Ah, sudahlah. Pokoknya pagi ini udah nyetor foto-foto hasil liputan yang karena filenya kegedean jadi nggak bisa dikirim ke anak desainer lewat email.
Beres ngedrop foto di kantor, sedikit tunggang langgang ngejar tram ke city. Deg deg plas, rasanya dada ini [?!]. Karena pekerjaan main dapur-dapuran ini, honestly baru pertama kalinya, agak norak, nggak pa pa lah. Jadi begitu nyampe di sana [QV, city], langsung ketemu pak bos [Malaysian] yang dengan sejumlah kru masak memasak lainnya sudah siap. Jadi pertama, gue harus makan siang dulu yang udah disediain sama mereka. Dikasih waktu 15 menit. Waktu abis dan makanannnya unfinished [seperti biasa].
Allen [pak bos], langsung ngasih kostum yang cukup menarik, celemek warna hitam dan topi [berbentuk semacam topi kung fu] yang juga warna hitam. Dalam hitungan menit, dia langsung ngejelasin cara nutup box noodle, jenis-jenis mie yang ada di situ, arti-arti dari singkatan dan menu di tempat itu. Jam 11 teng mulai, rasanya nggak susah-susah amat. Tapi Thin [Vietnamese] dan Muti [Myanmar] cuman bisa senyum-senyum. Kata mereka, "Just wait until lunch time!"
Hari ini official kerjaan adalah ngambil mie sesuai order, nutup box dan neriakin customer sesuai nomer order. Interesting! Jam 12 teng, customer berdatangan dan nggak berhenti sampai jam 2. Tangan ini rasanya nggak disuruh gerak, udah bisa gerak sendiri. Kaki jelas kemeng, bediri 3 jam non stop. Muka jangan tanya, keringetan tenan, cuman semeter dari kompor. But. it was a good fun though. Seperti di film-film, semua yang kerja di situ, soo friendly, funny dan bubbly. Mereka nyanyi dan even colek-colekan during kerja.
Jam 3 pas, Allen nyuruh gue cabut karena shift gue hari ini 4 jam. Setelah becanda dan chat sana sini, gue beberes, ngelepas celemek dan topi, ambil tas dan langsung keluar. Begitu cek mobile ternyata udah ada 3 missed call dan 4 sms. Ups, ternyata temen kantor mulai kelabakan karena ini minggu deadline. Telepon balik dan memutuskan untuk mampir ke kantor walau hari ini bukan hari official kerja di situ.
Editan udah beres, lay out-an hampir beres, tinggal cover. Diskusi cover beres. And now i'm sitting here, doing this blog. For me, today is such a "one" day. Satu hari yang memorable karena melakukan sesuatu aktivitas yang bener-bener baru dan sekaligus hari dimana aktivitas lama diulang kembali.
Staf di sebuah restoran take away di city: Senin Rabu Kamis
Editor di sebuah majalah Indonesia di Melbourne: Selasa Jumat
Jadi istri yang baik dengan spend good weekend with lovely hubby: Sabtu Minggu
I'm just wondering, how all of these could've ever happened to me?
Y
Oiya, tadi malem R.E.M was sooooooo amazing. Michael Stipe is sexy, now I know why.

5 Comments:
how lucky you are,Y...
eh, mau doooong foto2 nya REM, bikin sirik aja..=)
By
the living daylights, at 12:30 AM
Yes you lucky bitch...
I envy you....
By the way tadi malam gue mimpi berkunjung ke Melbourne, tapi hujan deras. Trus ceritanya gue ke sebuah galeri seni gitu di deket Flinder's Station. Abis itu rencananya mau cari elo... Ternyata sampai gue bangun pun.. elo nggak ketemu.. hiks.. hiks...
Nampaknya saya benar-benar harus kembali ke Melbourne lagi.
By
LUNATIC DWEEBSTARR, at 8:01 PM
sialan, sialan... yang umatnya REM itu gue, bukan cewek satu ini...
mana merchandhisenya!?!!
By
aris, at 3:05 AM
well hei... beruntung sekali memang nasibmu.. bisa mencoba hal baru tapi masih punya bekal dari yang lama.. berada di tempat baru.. wah, aku ingiiiinnnn.. jadi kangen sama lo ya...
By
yulin, at 8:22 PM
It's always fun to find a nu thing while you still can have the old one... Jujul kapan giliranku ya... Though it's find with the old one, another nu would make me go mmhhh...
By
avianto, at 1:38 AM
Post a Comment
<< Home